Ayesha and the Beanstalk

08.07

* dimuat di The Urban Mama

Gara-gara menonton film animasi Puss In Boots, Ayesha (4 tahun 6 bulan) jadi suka sekali menanam berbagai biji-bijian ke dalam tanah, terutama biji buah yang baru saja dia makan. Entah itu apel, semangka, pepaya, salak, atau bahkan mangga. Bagi yang pernah menonton film ini, pasti ingat adegan Puss menanam biji kacang ajaib yang tumbuh raksasa hingga mencapai awan, persis seperti kisah Jack and the Beanstalk. 

Karena biji buah tidaklah cepat tumbuh dalam hitungan hari, maka saya mengajak Ayesha untuk melakukan percobaan IPA sederhana yang dulu saya dapatkan ketika masih sekolah. Sasaran saya sih tidak muluk-muluk, praktikum ini hanya demi memuaskan rasa penasarannya akan “kacang ajaib” ini. Bahannya sederhana dan cara kerjanya mudah sehingga seorang balita akan mudah memahami.
Alat dan bahan:
  • 4 buah botol kaca (saya pakai bekas selai)
  • 2 buah tutup botol
  • kapas secukupnya (cukup untuk menutupi dasar botol)
  • kacang hijau secukupnya
  • air
Cara kerja:
  • Rendam kacang hijau selama 3 jam.
  • Masukan kapas yang sudah dibasahi sedikit air ke dalam botol dan taruh beberapa kacang hijau di atasnya.
  • Dua botol dibiarkan terbuka dan dua botol ditutup rapat.
  • Satu botol terbuka dan satu botol tertutup diletakkan di tempat yang cukup terkena cahaya matahari sedangkan sisanya diletakkan di tempat yang gelap.
  • Teteskan sedikit air ke dalam botol setiap harinya.
Awalnya Ayesha bertanya, “Kok pakai kapas, Bunda? Tidak pakai tanah?” Saya jawab  sekenanya, “Biar cepat tumbuh, Nak.” Padahal dalam hati, saya agak takut dia meragukan percobaan ini. Tapi ternyata sewaktu bangun keesokan harinya, dia semangat loncat ke tempat botol-botol berada dan menjerit kegirangan ketika menemukan “kacang ajaib”-nya menampakkan tunas. Dan, keriangan ini berlanjut ke hari-hari berikutnya.
Hari ke 4, kacang yang berada di botol tertutup lebih cepat tumbuh
Hari ke 7, pohon kacang sudah melebihi tinggi botol, sedangkan 1 botol terpaksa ditutup (tadinya toples terbuka di tempat terang) untuk mempercepat proses pertumbuhannya.


Hari ke 12, semuanya tumbuh sempurna.

Praktikum kali ini ternyata sukses, hanya saja terpaksa dihentikan pada hari ke 18 karena Ayesha tidak tahan untuk memetik daunnya dan mengambil pohonnya satu persatu untuk ditanam di tanah.
Saya tidak mengikuti kaidah praktikum biologi yang berlaku yaitu untuk benar-benar mengamati perbedaan proses pertumbuhan di tempat gelap dan terang apalagi memberikan kajian ilmiah secara panjang dan lebar kepada Ayesha. Pasti dia bakal bosan. Pada hari ke 6 saja, Ayesha bersikeras meletakkan semua toples di kamar bermainnya. Yah, saya tidak melarangnya. Melihatnya setiap hari bersemangat mengamati “pohon ajaib”-nya saja, saya senang sekali. Saya bahkan sudah merancang percobaan berikutnya.
Proyek berikutnya: biji cabai dan tomat. Kalau berbuah nanti bisa untuk masak…

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe