Liburan semesteran ini kita pilih mampir ke kota Solo.Mampir? Iya, soalnya cuman 2 hari aja kok. Kota budaya ini suasananya ayem, tentrem, dan njawani. Cocok buat saya yang tidak terlalu suka liburan ala metropolis. Kita biasanya menginap di Ibis Hotel. Selain harganya yang relative masih terjangkau, Ibis ini letaknya ada di jalan protocol kota Solo. Fasilitasnya juga lengkap. Ada spa, gym, kolam renang,...
"Bulan depan Mba Hany nikah!" "Hah, beneran? Kok mendadak banget? Tanggal berapa?" "12 Nopember" Begitulah nenek kasih kabar baik ini di pertengahan bulan Oktober. Kata nenek, nikahan mbak Hany dibuat sederhana, hanya pesta kecil2an setelah akad nikah dan enggak sebar undangan, hanya kasih kabar ke keluarga dekat via telpon.Mba Hany ini kakak tertua dari tiga bersaudara, perempuan semua dan aku anak terakhir. Mbakku ini...
Toko Oen ini, mungkin lebih cocok disebut resto, sudah ada di Semarang sejak tahun 1936. Konon disini sinyo dan noni Belanda di jaman kompeni asyik nge-date dan pasangan lokal lulusan Eropa dan kalangan lokal the have juga kencan disini.
Oldies, itu kesan pertama yang melekat pertama kali aku dateng kesini.
Pemiliknya nampak memang berusaha mempertahankan keaslian ekterior dan interiornya. Tampak luar memang khas bangunan ala jaman VOC, besar - tinggi, dan didalamnya tersusun meja,kursi makan, dan barang antik lainnya..
Dilihat dari daftar menunya, makanan yang ditawarkan makanan Euroasia, ada makanan bule, asia (China) dan Indonesia.
Untuk pilihan snack, kita rekomendasikan, amandel, baik yang polos ataupun pake selai, sama enaknya. Puff pastry-nya lembut, bau adonannya masih kerasa, dan kacangnya banyak. Enyakkk.
Ayesha milihnya kue tart coklat (fotonya enggak ada). Jangan dibayangkan kuenya kayak yang ada disini. Kue ini asli jadul, persis seperi yang sering dibuat alm. Ibu saya, berbahan dasar kue biasa (tepung, margarin, gula, telur, coklat) dan dihias dengan krim bertabur meises.
Sayangnya, untuk makanan utama, kita cuman pesen...gado-gado. Hehe...soalnya jam berkunjung kita salah, jam 2 siang, dan bawa anak balita. Si anak ini bakal bete kalo disuruh lama nunggu makanan ber-steak, jadi kita enyahkan keinginan nyicip makanan Eropa yang ada disini.
Karena bawa anak, pesan es krim itu wajib hukumnya (sekaligus sogokan biar mau diem). Ayesha sudah pasti milihnya es krim coklat dan, eeehhh si ayah ngekod pesen juga, ehm namanya lupa, susah sih soalnya .
Oldies, itu kesan pertama yang melekat pertama kali aku dateng kesini.
Pemiliknya nampak memang berusaha mempertahankan keaslian ekterior dan interiornya. Tampak luar memang khas bangunan ala jaman VOC, besar - tinggi, dan didalamnya tersusun meja,kursi makan, dan barang antik lainnya..
Dilihat dari daftar menunya, makanan yang ditawarkan makanan Euroasia, ada makanan bule, asia (China) dan Indonesia.
Untuk pilihan snack, kita rekomendasikan, amandel, baik yang polos ataupun pake selai, sama enaknya. Puff pastry-nya lembut, bau adonannya masih kerasa, dan kacangnya banyak. Enyakkk.
Ayesha milihnya kue tart coklat (fotonya enggak ada). Jangan dibayangkan kuenya kayak yang ada disini. Kue ini asli jadul, persis seperi yang sering dibuat alm. Ibu saya, berbahan dasar kue biasa (tepung, margarin, gula, telur, coklat) dan dihias dengan krim bertabur meises.
Sayangnya, untuk makanan utama, kita cuman pesen...gado-gado. Hehe...soalnya jam berkunjung kita salah, jam 2 siang, dan bawa anak balita. Si anak ini bakal bete kalo disuruh lama nunggu makanan ber-steak, jadi kita enyahkan keinginan nyicip makanan Eropa yang ada disini.
Ehm, racikan bumbu makanan lokal ini enggak terlalu istimewa
Rasanya...teuteup....oldies pisan
Oya, nama2 varian es krimnya pakai EBYD (ejaan belanda yang disempurnakan), jadi kudu nanya ke pelayan ini es krim jenis apa, rasanya yang gimana, kalo itu isinya apa...bla..bla.
Jadi serasa jadi inlander deh :((
Lokasi: Toko "Oen" Jl. Pemuda 52 Semarang (Depan pasaraya Sri Ratu)
Telp: (024) 3541683
Harga makanan: Rp 13.000 - Rp 85.000 ; Minuman: Rp 3.000 - Rp 8.000 ; Es krim: Rp 8.500 - Rp 27.000 ; Snack: Rp 3.000 - Rp 8.000 (incl. PPn)
Jam buka: Setiap hari 09.00 - 22.00
petualangan Boog dan Elliot
Film ini jadi salah satu film favorit Ayesha dan udah nonton dari 1 sampe 3. Dia emang paling demen ama film animasi tentang binatang. Sehabis nonton ini, keinginannya, "Pengen ketemu rusa dan beruang"
Mungkin di kebun binatang ada ya? Tapi mau jalan-jalan ke bonbin di Semarang, males. Jauh dan kotor.
Eh, kebetulan waktu ke rumah temen Ayah ambil barang dagangan yang rumahnya di Potrosari, dikasih tahu kalau ma istrinya kalau di kantor ex-APDN Srondol ada rusa betulan yang di lepas di kebun.
pemakan segala jenis daun dan rumput
Akhirnya pas wiken kemarin kita niatin pergi kesana, sekalian jalan-jalan pagi, naek motor. Meluncurlah kita ke Balai Diklat Propinsi, jl. Potrosari, Srondol.
Cari-cari dimanakah rusa berada, ternyata mereka ada di taman dekat Balai Lingkungan Hidup dan deket dengan lapangan bola. Taman ini sebetulnya semacam tkebun untuk pembudidayaan tanaman langka dan dipagar, jadi enggak bisa masuk. Jadi kita lihat dari luar pagar aja.
terpana dengan Elliot dan Giselle
Ternyata rusanya jinak. Tahu ada orang yang ngeliatin, mereka semua nyamperin. Ada sekitar 6 rusa di tempat ini. Waktu kita ngasih makan dengan rumput-rumputan liar di sekitar pager, eh mereka mau makan. Ayesha paling semangat ngumpulin rumput buat makanan para rusa. Ealah, ada tukang rumput dadakan.
Sejak pindah rumah, kita emang sengaja coba tiap minggu jalan-jalan pagi naik motor, trus pulangnya sekalian mampir buat sarapan di buryam atau apalah.
Destinasi? Enggak dipikir dan tujuannya explore seputaran kawasan rumah.
Minggu kemaren, kita lihat-lihat Undip, sekalian nengok kampus baru Fak Sastra, eh katanya udah ganti jadi FIB. Eh, waktu lewat FT kebetulan lagi ada pertandingan basket, yawda stop by. Kapan hari, kita juga ke Bukit Sari, lihat view dari sana. Irit, rileks dan senang.
Biaya lihat rusa minggu ini? Gratis..............
*dimuat di The Urban Mama Pos Pelayanan Keluarga Berencana - Kesehatan Terpadu (Posyandu) kayaknya sudah tidak banyak dilirik oleh para Ibu buat memantau tumbuh kembang anak terutama buat mereka yang tinggal di perkotaan.Memang sih, kalau buat imunisasi dan berobat, aku masih bawa Ayesha ke dr. Sp.A, tapi aku enggak pernah lupa bawa dia ke Posyandu setiap bulannya, yang kebetulan ini enggak jauh dari rumah...
Ayesha punya kegemaran baru beberapa bulan ini, yaitu menggambar.Waktu dia baru genap 3 tahun, lagi seneng-senengnya bikin sepegi…eh persegi. Caranya: Aku buat bulatan-bulatan vertical dan horizontal secara berurutan membentuk persegi. Satu deret minimal 3 tiga bulatan dengan jarak yang tidak terlalu jauh atau dekat. Lalu Ayesha bakal menghubungkan bulatan-bulatan tersebut ke samping dan keatas/bawah sehingga menjadi persegi besar dan didalamnya terdapat persegi2 kecil.Trik...
The loveliest place I've ever known so long, farewell, Au revoir, Auf Weidersehen Semarang, 31 Juli 2011 ...
Kolam renang air hangat di Garut ini kayaknya sedang 'in' banget di Jawa Barat dan sekitarnya. Jadilah sewaktu lebaran di Tasik kemarin, kita sekeluarga besar milih piknik sekaligus wisata kesitu. Jarak dari Tasikmalaya ke Cipanas sekitar 75 km, lewat jalur Ciawi - Malangbong. Normalnya mungkin bisa ditempuh sekitar 2 jam dengan kendaraan pribadi, tetapi karena kita berangkat pas H+2 lebaran, jadi butuh waktu...
Mencoba beranak tiga Rafi (10 th), Puput (5 th), Ayesha (3 th) Tempo hari kedua keponakan datang ke Semarang ikut mamanya (kakak perempuanku) berobat. Daripada kedua anaknya meracau di tempat praktek dokter sedangkan mamanya sakit, yasud saya asuh mereka berdua sekalian biar mainan Ayesha.Ternyata, hadeeeehhh, roppongi alias rempong alias repot biarpun cuma ditinggal 4 jam. Kamar berantakan, mainan berserakan dimana-mana. Satu2 anak bolak-balik ke...
If children live with criticism, they learn to condemn. If children live with hostility, they learn to fight. If children live with fear, they learn to be apprehensive. If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves. If children live with ridicule, they learn to feel shy. If children live with jealousy, they learn to feel envy. If children live...
Harga rumah sekarang mahal? Edyan, bener banget. Dengan harga selangit, seorang pegawai pasti akan memilih beli rumah secara ka pe er. Kalaupun ada pegawai (level staff) yang beli cash, mungkin dia dapet hibah atau dipastikan mungkin bukan tipe pegawai yang jujur, baik hati dan tidak sombong (no comment). Setelah rumah didapat, mulailah dipikirkan gimana cara membayarnya, yang tidak lain dan tidak bukan adalah secara ka...
Sewaktu kita sekeluarga pulkam ke Bandung lewat jalur pantura awal bulan Juni ini pas cuti libur bersama, ternyata di Brebes kota arah ke Jawa Barat, macet total. Mobil yang bertujuan ke tol Kanci - Pejagan disuruh lewat jalur alternatif. Ternyata disini kita melewati sebuah masjid berwarna hijau yang megah banget bernama Masjid Al-Ittihad dan mampirlah kita sejenak untuk shalat. pilar besar menara masjid ini...
Rumah idaman (vers. tidak realistis)Err, tapi sayang ini rumah udah dibeli bapaknya the Duchess *jleb* Punya rumah sendiri? Harapan. Siapa pula yang enggak pengen punya? Pengalaman pribadi pernah hidup numpang setelah nikah, walaupun di rumah orangtua sendiri, makin membulatkan tekad untuk punya rumah.Satu setengah tahun pertama, tinggal di rumah mertua. Rasanya....(.........) please fill in the blank *helpless*Satu setengah tahun kedua, tinggal di rumah orangtua....
Buat aku, sekolah anak itu penting banget. Tapi sekolah mahal dan jauh itu, buat aku, tidak penting. Bukannya aku anti sekolah ya, karena Ayesha sekarang udah sekolah. Sebetulnya lebih tepat dibilang, tempat buat belajar dan bermain. Namanya Pos Paud "Permata Hati".Makanya waktu Pos Paud ini mulai diadakan 2 tahun lalu, aku langsung daftarin Ayesha buat gabung disitu. Soalnya tempatnya kegiatannya di ruang pertemuan RT...
Kalau isi martabak identik dengan daging sapi, maka martabak ini cukup diisi dengan tahu saja. Biasanya aku buat kudapan semacam ini menjelang akhir bulan *nasib pegawai* Bahan :2 butir telur ayam / bebek5 buah tahu putih, haluskan2 batang daun bawang, iris halus2 buah wortel, parut kasar/potong dadu kecil-kecil10 lembar kulit lumpia Bumbu :1 sdt merica bubuk1,5 sdt garam0,5 sdt gula pasir Cara membuat...